Selasa, 9 Oktober 2018. 

Sejak pagi, para relawan mendistribusikan bantuan ke beberapa desa. Tidak lupa, tanda terima dari tiap penerima bantuan didokumentasikan sebagai pertanggung jawaban. Desa Powelua, Desa Towale, Desa Salubomba, Desa Mekar Baru, Desa Lampo, Desa Lumbu Dolo, dan Desa Kola-Kola. Total ada tujuh desa dan semuanya di Kabupaten Donggala.

Malam hari, seorang bernama Lyan menghubungi Ishak Salim, narahubung TRK INSIST, lewat Whatsapp. Lyan menanyakan apakah TRK INSIST masih menerima barang untuk dibawa ke Palu? Ishak mengiyakan, selama itu bukan pakaian. Lyan mengirim pesan balasan berisi daftar barang yang ingin dia sumbang. Ishak menerima pesan itu saat sedang mengetik balasan untuk menjawab pertanyaan Lyan sebelumnya.

Rupanya balasan  Ishak isinya hampir sama dengan daftar barang yang rencananya Lyan sumbang. “Sarung, mukena, dalaman, obat-obatan, makanan bayi, snack, air, makanan kaleng, minyak, gula, terpal, tenda, dan tandon air.” Ishak menghapus pesan sebelumnya yang tidak sempat dikirim dan menulis pesan lain, “bisa, itu termasuk kebutuhan utama pengungsi.” Ishak menambahkan emoticon jempol di akhir pesan.

Lyan yang ternyata seorang ibu, lalu menanyakan lokasi posko, bagaimana barang diantar dan sebagainya. Ia sempat berpikir mengirimnya dengan kapal atau pesawat Hercules, tapi ragu bantuan itu benar-benar tersalur sesuai harapannya dan teman-temannya. Lyan sendiri adalah ketua ‘Komunitas Abekanian di Makassar’. “Pusatnya di Jogja,” katanya kepada Ishak saat menanyakan siapa dirinya.

Komunitas Abekania atau Abekani Lover adalah komunitas pecinta produk tas kulit, seperti tas dan dompet merk Abekani, yang diproduksi di Yogyakarta. Saat ini, anggota Abekani Lover sudah mencapai 20.000-an orang dari seluruh Indonesia. Kegiatan sosial penggalangan donasi untuk korban becana sudah beberapa kali mereka lakukan, termasuk untuk Bencana Sulawesi Tengah ini.

Donasinya berupa uang tunai dari hasil dari lelang produk kulit milik anggota yang menyumbangkan koleksinya. Hingga saat ini, donasi yang terkumpul sekitar seratus juta dan mereka bagi ke tiga lokasi: Makassar, Balikpapan, dan Manado. Selanjutnya adalah percakapan teknis pengantaran, aspek keamanan barang menuju lokasi, dan lokasi pengungsian di mana TRK INSIST bekerja menyalurkan donasi yang terhimpun.