Oleh Ishak Salim

Beberapa bulan lalu di tahun 2018, Srp Payopayo merekrut puluhan relawan desa. Mereka dilatih untuk melakukan kerja pengorganisasian di desa selama beberapa hari untuk pengantar dan kemudian tinggal 6 bulan sampai satu tahun di desa-desa yang menjadi wilayah kerja kami bersama orang-orang dan pemerintah desa.

Salah satu fokus kerja pengorganisasian itu adalah menguatkan basis data dan pengetahuan lokal terkait desa oleh masyarakat desa. Jadi, setelah memperoleh dasar-dasar pengetahuan mengenai ideologi dan paradigma pengorganisasian desa, teknik penelitian dan fasilitasi, serta praktik pemetaan spasial dan pendataan sosial, mereka pun lalu tinggal di desa.

Salah satu output yang dihasilkan adalah pangkalan data sosial dan spasial desa yang tersimpan secara dijital (bisa offline maupun online) dan tentu saja dalam bentuk buku. Salah satu buku yang telah dirampungkan oleh para relawan desa adalah mereka yang bekerja di desa Soga, Kabupaten Soppeng.

Ini buku yang penting. Bukan buat relawan itu, tetapi khususnya bagi orang-orang desa dan pemerintah desa Soga. Buku ini adalah data dan pengetahuan warga yang bisa digunakan dalam merencanakan kegiatan sosial kemasyarakatan maupun perencanaan pembangunan desa.

Tentu saja, selain produk pengetahuan itu, pengetahuan lain yang juga menunggu dituliskan adalah pengalaman-pengalaman pengorganisasian itu sendiri, termasuk bagaimana relawan–yang kebanyakan orang-orang kota ini hidup di desa dan menikmati suasana perdesaan yang tentu saja tidak selamanya romantis.

Inilah beberapa cuplikan buku Soga 2018.

Proficiat para VOLUNTEERS PAYOPAYO