Sabtu, 13 Oktober 2018

Distribusi bantuan dilakukan di 6 posko pengungsian wilayah Palu Barat. Sejumlah pengungsi mengaku senang dengan bantuan sayuran dari desa, mereka berharap semakin banyak bantuan berupa sayur mayur yang datang. Umumnya, bantuan pangan dari luar berupa makanan kemasan cepat saji, tanpa serat, apalagi menjamin gizi dan energi pengungsi. Menurut Feri Rangi, wajar keluhan muncul, “torang so rasa pait selalu makan mie”. Bantuan juga disalurkan ke 13 posko yang tersisa, seluruhnya di wilayah Palu Tengah. Ini hari keempat sayur mayur, buah, dan rempah dipasok ke Kota Palu, Sigi dan Donggala.

 

 

Tim ICFC yang dua hari lalu memulai program bermain bersama anak-anak masih menjalankan programnya hingga hari ini. Tiga hari mendampingi anak-anak, Irwan Dwi Ardhika Rinaldi dan Rhiana Zari pristyarini akan meninggalkan Kabupaten Sigi esok hari. Dalam video di atas, tampak suasana puluhan anak yang bermain dan tertawa. Seolah mereka lupa kalau sebelumnya merasa cemas dengan kemungkinan datangnya gempa susulan.

 

Sementara itu, di tempat lain. Komunitas literasi seperti penerbit KBEA, Insist Press, Ultimus, Mojok, Warung Mojok, Diva Press, basabasi, dan Indie Book Corner, memberi tawaran diskon buku murah, serba 10 ribu. Hasil penjualannya akan disumbangkan untuk kegiatan tanggap darurat di Sulawesi Tengah.