Senin, 15 Oktober 2018

Warung Mojok bersama jaringan Komunitas Literasi di Yogyakarta masih melanjutkan lapak donasi untuk Korban Bencana Sulawesi Tengah. Ini adalah hari kedua. Stok buku baru  dibuka tiap pukul 7 malam. Warung Mojok sendiri buka hingga pukul 1 malam. Lapak Donasi hanya bisa dilakukan dengan datang langsung ke WARMO, tak bisa titip untuk dibeli secara daring. Tiap orang dijatah dan diharapkan hanya membeli 5 buah buku saja.

 

 

Selama dua hari penjualan, lapak donasi telah mengumpulkan dana sebesar 7.180.000 rupiah. 3.610.000 dari penjualan hari pertama. 3.571.000 untuk penjualan hari kedua.

 

 

Mengenai solidaritas yang terus bermunculan untuk para penyintas bencana di Sulawesi Tengah, Saleh Abdullah, laki-laki paruh baya yang puluhan tahun berkecimpung di gerakan sosial, menulis lewat akun Facebooknya.

“Bencana yang begitu masif, dan tindakan tanggap darurat yang harus segera dilakukan, tidak akan mudah terjadi tanpa ada dukungan. Dan dukungan paling cepat, spontan, tanpa keruwetan birokrasi dan administrasi, adalah solidaritas horisontal antar warga. Tak.hanya dari warga dan komunitas yang ada di dataran Sulawesi, tapi juga dari luar. Itulah modal luar biasa kita yang harus terus kita pelihara dan perkuat. Di titik ini kita ketemu bergandengan tangan, melangkah bersama menyingkirkan diksi dan wacana politik yang menyebalkan itu, demi niat tulus kemanusiaan kita.”

 

 

Sementara di Pos Palu, ketua Jaringan Relawan Indonesia untuk Kemanusiaan (JARIK), Fawaz Al Batawi, datang langsung membawa donasi untuk korban gempa. Salah satu dari bantuan yang diserahkan adalah kretek. Harapannya kretek dapat memenuhi kebutuhan relaksasi bagi relawan dan penyintas yang merokok. Bantuan yang datang diterima langsung oleh Asfriyanto, ketua Komunitas Ininnawa yang mengoordinir kegiatan TRK INSIST di Pos-pos Sulawesi Tengah.