12 – 17 November 2018

TRK Insist kembali menggali informasi terkait kondisi dan kebutuhan penyintas bencana Sulawesi tengah. Ishak Salim dan Muh. Imran Gadabu mengunjungi 3 Pos (Pasigala), bertemu dengan relawan dan mengunjungi beberapa Hunian Sementara (Huntara) untuk mendiskusikan proses penggalian data dan distribusi barang kebutuhan. Pengkajian kebutuhan penyintas ini tidak lagi berbasis kebutuhan dasar pengungsi sebagaimana di fase  tanggap darurat. Penjajakan kali ini lebih spesifik pada penggalian data berdasarkan kelompok/komunitas setempat.

TRK mengunjungidua desa di kecamatan Kulawi, Namo dan Boladangko pada 14 Nopember. Di Namo, anggota tim bertemu  pengurus majelis taklim. Di desa Boladangko dengan pengurus PKK. Kedua organisasi berbasis perempuan ini menjadi perantara TRK untuk mendistribusikan logistik dari Komunitas 360 Menit Untuk Palu. Dengan pengurus majelis taklim maupun PKK, TRK mendapati diskusi fokus membahas metode penggalian kebutuhan penyintas yang bisa dilakukan dalam perspektif perempuan .

Beberapa kebutuhan mulai diidentifikasi dan hal tersebut terkait langsung dengan kebutuhan rumah tangga dan anak-anak, khususnya usia sekolah. Kedua pengurus organisasi rakyat ini berkomitmen melakukan pendataan mandiri. Harapan lain, proses pendataan ini akan menggerakkan sekelompok warga masyarakat untuk bertindak bersama dengan diawali proses pendataan, koordinasi dengan posko lokal (TRK) dan distribusi barang yang dibutuhkan. Pos lokal (Pos Sigi, Donggala dan Palu) bertanggungjawab membeli dan mengantar barang tersebut ke komunitas masing-masing.