Selasa, 20 November 2018

Malam hari, Kazuhisa Matsui (kawan Jepang yang pernah banyak mendukung Ininnawa) datang dan berbincang di kantor Penerbit Ininnawa. Dia datang sebagai orang kepercayaan sejumlah anggota masyarakat Jepang yang selama ini berdonasi untuk korban bencana di Sulawesi Tengah.

Selain mengikuti informasi di media publikasi aktivitas TRK Insist baik melalui fanpage facebook TRK, dan laman Komunitas Ininnawa dan komunikasi langsung dengan TRK, Matsui juga ingin bertemu langsung tim dari Ininnawa (sebagai anggota Insist yang menjalankan fungsi manajemen respon bencana fase darurat) dan jaringan Insist di sulawesi tengah. Matsui,  heran dengan masyarakat Jepang yang berdonasi dan begitu peduli pada Sulawesi, walaupun mereka kebanyakan tidak tahu mengenai masyarakat sulawesi, khususnya sulawesi tengah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TRK yang dalam publikasinya memaparkan perkembangan dan bentuk-bentuk respon di wilayah terdampak melalui pos-pos relawan–termasuk salah satunya saat TRK mengumumkan menutup donasi saat berakhirnya fase respon darurat. Pagi nanti dia akan ke Palu dan bertemu dengan relawan dari TRK ditemani oleh Ewin Laudjeng.

Menurut Matsui, masyarakat Jepang masih ingin  merespon situasi pascabencana ini. Setelah melihat kondisi pengungsi di sejumlah shelter, kerusakan infrastruktur pascabencana, dan berdiskusi dengan relawan TRK maupun penyintas ia akan menjelaskan perkembangan kondisi kepada publik Jepang yang telah berdonasi melalui dirinya. Kunjungan ini, dengan biaya pribadinya, menurut Matsui merupakan bentuk tanggungjawab atas kepercayaan publik Jepang kepadanya. Matsui, telah menyalurkan donasi tersebut sebanyak dua kali ke rekening TRK dan sebuah lembaga lain di Makassar (Commit).