Jumat, 5 Oktober 2018

TRK Jaringan INSIST tiba di Pos Limboro, Donggala, Sulawesi Tengah sebelum pukul 12.00. Berangkat dari Pos Singgah di Kabupaten Mamuju, bersama konvoi Polres Mamuju. Di Pos Limboro, tim memeriksa posko mana saja yang sudah terdata dan yang belum terdata.

Tim asssessment yang berangkat dari Posko Induk  menerima beberapa saran dari Tim Pos Limboro. Salah satunya adalah cara berkomunikasi di posko pengungsian. Beberapa penyintas masih mengalami stress pasca bencana dan mungkin menjadi salah satu kendala dalam pengambilan data.

Limboro adalah ibukota Kecamatan Banawa Tengah. Di Banawa Tengah ada 8 desa yang akan didata. Menurut tim di Pos Limboro warga merasa terganggu karena bantuan dari luar hanya lewat dan terus ke Palu. Sebelum tim assesment dan tim Limboro memulai orientasi di sore hari, pihak kecamatan baru saja memberikan bantuan berupa beras untuk disalurkan di Pos Limboro.

Para penyintas berkumpul membuat tenda di lapangan Desa Lumbudolo. Mereka berasal dari beberapa desa; Desa Lumbudolo, Desa Kola-Kola, Desa Toale, Desa Mekarbaru, dan Desa limboro. Sebagian besar rumah disana yang terbuat dari batako hancur. Ai dari Tim Limboro, menjelaskan bahwa para pengungsi tidak diorganisir oleh siapapun, akhirnya mereka sekedar berkumpul dan belum menerima bantuan.

Tim TRK INSIST dibagi 2 tim, 4 anggota ke Palu (Tulus, Tomy, Andri, Imron) dan 4 anggota di Donggala (Ojan, Pujo, Ucang, Uba). Koordinator tim TRK ke Palu dipegang Tulus dan Tim TRK di Donggala oleh Ojan. Rencananya, besok dilakukan penjajakan untuk Posko Pengungsian  sekitar Kec. Bawana Tengah bersama tim  Pos Limboro.

Selain itu akan dilakukan konsolidasi pemantapan Pos Limboro. Malam hari dilakukan rapat teknis untuk persiapan assessment sabtu besok. Tim akan memulai pendataan berdasarkan basis titik pengungsian.